Nasional
Beranda / Berita / Nasional / Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda: Ikrar Baru untuk Indonesia Emas 2045

Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda: Ikrar Baru untuk Indonesia Emas 2045

Muzammil Ihsan Koordinator Pusat BEM SI 2025-2026 saat konsolidasi Sumpah Pemuda Indonesia Emas 2045
Muzammil Ihsan saat konsolidasi kekuatan aktivis Sumpah Pemuda. Foto: Istimewa

Oleh: Muzammil Ihsan, Koordinator Pusat BEM SI 2025/2026 & Deklarator Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA)

Disclaimer: Artikel opini ini adalah tanggung jawab penulis sepenuhnya. Isi di luar tanggung jawab redaksi Mapattang.com.

Opini | Jakarta – Menurut pandangan saya, Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan fondasi persatuan bangsa yang hasilnya masih kita rasakan hingga hari ini dan nilai-nilainya terus kita terapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menuju 100 tahun Sumpah Pemuda, kita perlu menghadirkan semangat dan ikrar baru bagi generasi muda, yaitu tekad untuk menjunjung tinggi kemandirian bangsa, menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan kaya, serta memastikan kemakmuran dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Pemuda harus bersatu, menjaga kekompakan, bergerak bersama, dan memberikan dampak nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dua Tahun Prabowo-Gibran, GMNI Mamuju Gelar Aksi Kontrol Sosial

Pemuda juga harus mengambil bagian dalam mewujudkan kemakmuran bangsa, baik melalui politik praktis maupun di luar politik praktis dengan tetap menjaga independensi dan idealismenya. Setiap pemuda memiliki ruang dan cara masing-masing untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Yang terpenting, di mana pun kita berada, perjuangan dan pengabdian kita harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi mahasiswa, peran tersebut diwujudkan dengan menjadi agent of change sekaligus agent of control. Mahasiswa bukan hanya menjadi penggerak perubahan, tetapi juga harus kritis dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Kita harus mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat, sekaligus berani memberikan kritik dan masukan ketika kebijakan belum sesuai dengan kepentingan masyarakat. Mengawal pemerintah bukan berarti selalu berseberangan, tetapi memastikan kekuasaan dijalankan untuk kepentingan rakyat.

Selain itu, kita harus menjunjung tinggi amanat Pasal 33 UUD 1945, bahwa kekayaan alam Indonesia harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Indonesia memiliki kekayaan alam dan potensi yang besar.

Temuan BPK RI: Rp2,7 Miliar Dana KIP Kuliah Diduga ke 320 Mahasiswa Meninggal Disorot Aktivis Mamuju

Tantangannya adalah bagaimana memastikan kekayaan tersebut dikelola secara mandiri, adil, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat, bukan hanya segelintir kelompok.

Bagi saya, menuju 100 tahun Sumpah Pemuda, kita tidak cukup hanya merawat ikrar yang diwariskan para pendahulu. Kita juga harus melahirkan semangat dan ikrar baru yang menjawab tantangan zaman: mewujudkan bangsa yang mandiri, negara yang maju, dan rakyat yang makmur.

Pemuda harus hadir sebagai kekuatan yang mempersatukan, berkontribusi, dan memastikan masa depan Indonesia benar-benar menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

Itulah semangat yang harus kita bawa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Mantan Korpus BEM SI Yakin Asta Cita Prabowo Hapus Pengangguran di 2045

Laporan: MPT/N – Berani Terang Dalam Gelap

Redaksi Mapattang.com membuka ruang untuk opini, catatan kritis dan surat pembaca. Kirim naskah Anda dan hubungi kami melalui kontak redaksi.