Mapattang.com | Mamuju – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mamuju menunjukkan kepedulian terhadap bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia.
Bagi PC PMII Mamuju, aksi yang digelar di pusat Kota Mamuju ini merupakan wujud nyata dari Nilai Dasar Pergerakan (NDP), yakni Hablumminannas atau hubungan antar manusia untuk saling menjaga.

Ketua Bidang Advokasi HAM dan Lingkungan Hidup PC PMII Mamuju, Burhan, mengatakan kabut asap Karhutla telah berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia, serta mengganggu aktivitas pendidikan.
NDP PMII mengajarkan Hablumminannas sebagai landasan untuk menjunjung keadilan dan perlindungan hak dasar manusia. Ketika kesehatan masyarakat terancam akibat kabut asap yang diduga dipicu pembukaan lahan yang tidak sesuai prosedur, maka kepedulian harus disuarakan,” ujar Burhan, Selasa (13/10/2026).
Karhutla Bukan Sekadar Bencana Alam
Menurut Burhan, Karhutla tidak bisa dilihat sebagai bencana alam murni. Berdasarkan temuan di lapangan, kebakaran lahan diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Dampaknya tidak hanya pada kerusakan ekosistem, tetapi juga meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak asap.
Jika penanganan hanya fokus pada pemadaman, tanpa pencegahan dari hulu dan penegakan hukum, maka potensi Karhutla akan terus berulang,” jelasnya.
Empat Poin Dorongan PC PMII Mamuju
Dalam aksi kepedulian tersebut, PC PMII Mamuju menyampaikan empat poin dorongan kepada pemerintah:
- Mengedepankan Nilai Kemanusiaan
Pemerintah diminta menempatkan keselamatan dan hak warga atas udara bersih sebagai prioritas utama. - Penegakan Hukum yang Tegas
Mendorong Polri, Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap pihak yang terlibat dalam pembakaran lahan. - Penguatan Layanan Kesehatan
Pemerintah daerah didorong menyiapkan layanan kesehatan, posko penanganan ISPA, dan pembagian masker gratis bagi kelompok rentan. - Kebijakan Pencegahan Berkelanjutan
Pemerintah diharapkan memperkuat strategi pencegahan Karhutla yang berbasis pencegahan dan pemulihan ekosistem secara berkelanjutan.
Burhan menambahkan, aksi ini juga menjadi ruang belajar bagi kader PMII untuk menginternalisasi nilai Hablumminannas tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui kepedulian terhadap isu lingkungan.
Melalui aksi ini, kader belajar bahwa cinta kepada manusia harus diwujudkan dalam keberanian menyuarakan kebenaran dan melawan ketidakadilan lingkungan. Jika hutan terjaga, maka kemanusiaan juga terjaga,” pungkasnya. (MPT/M)


