Pertamina Majene
Beranda / Majene / Soal Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Fandy Achmad Sitaba SBM Pertamina Sulselbar Bungkam, Publik Meradang

Soal Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Fandy Achmad Sitaba SBM Pertamina Sulselbar Bungkam, Publik Meradang

Mapattang.com | Majene – Upaya konfirmasi terkait dugaan transaksi Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi yang tidak sesuai prosedur di wilayah Sulawesi Barat tak mendapat respons dari pejabat Pertamina.

Fandy Achmad Sitaba, yang menjabat sebagai Sales Branch Manager (SBM) V Fuel Area Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, bungkam saat dikonfirmasi Tim Redaksi Mapattang.com.

Konfirmasi tersebut dilayangkan redaksi secara resmi melalui pesan WhatsApp pada Minggu-Senin (28/9/2026). Pesan tersebut telah terkirim dan terbaca dengan tanda centang dua, namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun jawaban yang diberikan.

Ada 4 poin penting yang dikonfirmasi dan butuh penjelasan resmi dari Fandy Achmad Sitaba:

1. Soal Damkar Diduga Jadi Korban di SPBU Rangas di Tengah Atensi Presiden dan Kapolri

Tim Redaksi mengkonfirmasi terkait informasi bahwa mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) diduga menjadi korban habisnya stock emergency di SPBU Rangas, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Padahal saat ini penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi atensi serius Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri. Jika Damkar saja kesulitan BBM, bagaimana penanganan darurat di Majene bisa maksimal?

2. Soal Video Viral Jerigen di SPBU Rangas

Tim Redaksi juga mengkonfirmasi perihal beredarnya video dari netizen yang merekam antrean panjang di SPBU Rangas, Majene. Yang menjadi sorotan, di ujung video tersebut nampak seseorang sedang membawa jerigen dari dalam area SPBU.

Padahal pengisian menggunakan jerigen untuk BBM subsidi jelas dilarang tanpa rekomendasi resmi. Benarkah praktik itu terjadi di SPBU Rangas?

3. Soal Penalti SPBU Rangas dan Lembang

Selain itu, Tim Redaksi mengkonfirmasi informasi bahwa SPBU Rangas dan SPBU Lembang disebut-sebut sempat terkena penalti pada saat sidak yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi beberapa waktu lalu.

4. Pemeriksaan Kecocokan Transaksi Nopol Kendaraan Melalui MyPertamina dan CCTV

Tim Redaksi juga meminta penjelasan, apakah pada saat sidak tersebut ada pemeriksaan nomor polisi (nopol) kendaraan dan rekaman CCTV yang terindikasi melakukan transaksi BBM tidak sesuai ketentuan.

Pemeriksaan yang dimaksud meliputi pencocokan rekaman CCTV SPBU dengan data transaksi di sistem MyPertamina, untuk melihat kesesuaian nopol kendaraan di lapangan dengan barcode yang digunakan, dugaan praktik bolak-balik (rit) atau looping dalam waktu singkat, penggunaan nopol bodong, serta volume pengisian yang tidak wajar yang mengindikasikan adanya tangki modifikasi atau pelangsiran.

Praktik-praktik tersebut disinyalir merugikan masyarakat dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan BBM subsidi yang seharusnya tepat sasaran.

Sebagai pejabat yang membawahi langsung pengawasan dan penjualan BBM di wilayah Sulselbar, Fandy Achmad Sitaba dinilai menjadi pihak yang paling berkompeten untuk memberikan penjelasan kepada publik.

Sikap bungkam seorang pejabat BUMN di level Sales Branch Manager ini sangat disayangkan. Padahal, prinsip keterbukaan informasi publik menjadi kewajiban bagi setiap badan publik, apalagi menyangkut distribusi energi yang menjadi hajat hidup orang banyak.

“Kami sudah mencoba menghubungi Pak Fandy Achmad Sitaba beberapa kali. Baik melalui chat maupun telepon, tapi tidak direspon sama sekali. Padahal kami hanya butuh klarifikasi resmi agar pemberitaan kami berimbang, terutama soal Damkar, video jerigen, dan isu penalti SPBU Rangas dan Lembang serta pemeriksaan MyPertamina dan CCTV saat sidak,” ungkap Tim Redaksi Mapattang.com.

Hingga berita ini diturunkan pada Senin (28/9/2026), Fandy Achmad Sitaba masih memilih bungkam.

Publik Desak Fandy Achmad Sitaba Dievaluasi dan Dicopot

Sikap bungkam Fandy Achmad Sitaba selaku Sales Branch Manager V Fuel Area Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi ini memicu kekecewaan publik.

Sejumlah warga Majene menilai, jika seorang pejabat yang membawahi distribusi BBM subsidi tidak responsif dan memilih bungkam terkait isu krusial seperti dugaan pelanggaran SOP, nasib Damkar, hingga video jerigen di SPBU Rangas, maka yang bersangkutan dinilai tidak layak mempertahankan jabatannya.

Publik berharap Direksi Pertamina Patra Niaga melakukan evaluasi menyeluruh hingga pencopotan, jika dinilai tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan dan keterbukaan informasi publik.

Selain itu, Tim Mapattang.com juga akan melakukan konfirmasi lanjutan kepada Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, Sales Area Manager Retail Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Redaksi Mapattang.com menegaskan masih membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi Fandy Achmad selaku Sales Branch Manager V Fuel Area Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan resmi. (MPT/M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *