Daerah Hukum Majene Polri
Beranda » Berita » Siswa SMK Korban Pengeroyokan di Labuang Utara Layangkan Laporan Resmi, Polres Majene Diminta Buktikan Integritas, Bukan Janji

Siswa SMK Korban Pengeroyokan di Labuang Utara Layangkan Laporan Resmi, Polres Majene Diminta Buktikan Integritas, Bukan Janji

Mapattang.com | Majene – Korban pengeroyokan dengan inisial BA, yang merupakan siswa dari salah satu SMK di Kecamatan Sendana yang sementara menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Majene, resmi melayangkan laporan ke SPKT Polres Majene, Senin, 21 September 2026.

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di Lingkungan Lipu, Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, sekitar pukul 15.00 WITA.

BA mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh dua orang terduga pelaku, salah satunya berinisial D dan satu orang lainnya belum diketahui identitasnya.

Saat itu saya sementara duduk di atas motor di depan kos, tiba-tiba mereka datang langsung memukul saya,” ungkap BA dalam laporannya.

Usai membuat laporan dan diambil keterangannya di SPKT Polres Majene, korban langsung melakukan visum di Puskesmas Lembang.

Ketua PA GMNI Majene: Jangan Jadikan Program Prioritas Presiden Prabowo Ladang KKN!

Dari hasil pemeriksaan fisik, terdapat benjolan pada bagian belakang kepala dan luka lecet pada bagian tangan. Korban mengaku masih mengalami trauma fisik dan psikologis.

Keluarga korban yang mendampingi, Ikhsan, menegaskan bahwa laporan resmi ini ditempuh karena diyakini sebagai jalur paling tepat untuk mencari keadilan.

Kami melapor secara resmi ke Polres Majene karena kami yakin penyelesaian persoalan ini akan lebih tepat jika dibawa ke ranah hukum,” tutur Ikhsan.

Pihak keluarga juga mendesak agar Polres Majene dapat memproses laporan tersebut dengan cepat. Hal ini agar persoalan tersebut tidak mengganggu proses belajar korban yang masih berstatus pelajar dan sedang melaksanakan PKL.

Kami harap prosesnya bisa lebih cepat, jangan sampai trauma ini mengganggu sekolah dan PKL-nya,” desaknya.

H. Amiruddin Kembali Terpilih sebagai Kepala Desa Maradapan, Masyarakat Titip Harapan untuk Kemajuan Desa

Lebih lanjut, Ikhsan juga berharap Polres Majene dapat bekerja secara profesional dan berintegritas.

Menurutnya, harapan ini berangkat dari informasi yang beredar di masyarakat bahwa penanganan perkara serupa di Polres Majene kadang dinilai lamban.

Pengakuan itu berdasarkan informasi yang diperoleh dari beberapa pihak yang pernah menempuh jalur serupa dengan membuat laporan resmi di Polres Majene.

Kami berharap Polres Majene bekerja profesional dan berintegritas. Jangan sampai kesan ogah-ogahan yang selama ini diinformasikan warga benar-benar terjadi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Majene belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut laporan korban pengeroyokan tersebut. (MPT/M)

Dari Teori ke Aksi Nyata! Lembang Majene Bergerak Wujudkan Kelurahan Sadar HAM Berbasis P5HAM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *