Mapattang.com | Mamuju – Bau busuk dugaan suap menyengat dari program mulia Makan Bergizi Gratis (MBG). Oknum anggota DPRD Sulawesi Barat kini terseret dalam pusaran skandal percepatan operasional dapur MBG.
Skandal ini terbongkar setelah Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulbar, Senin 13 Juli 2026.
Laporan itu dilayangkan di tengah aksi demonstrasi yang menggeruduk Kantor DPRD Sulbar.
AMPERA menuntut BK DPRD Sulbar tidak masuk angin dan segera menyeret oknum tersebut ke sidang etik secara transparan dan objektif.
Jangan sampai Badan Kehormatan jadi Badan Kongkalikong,” ujar Pablo, Jumat (25/9/2026).
Pangkal persoalannya adalah dugaan praktik suap sebesar Rp50 juta, bahkan lebih, untuk memuluskan agar dapur MBG milik oknum legislator tersebut bisa cepat beroperasi.
Bagi AMPERA, ini adalah pengkhianatan. Program MBG yang seharusnya untuk kepentingan gizi anak bangsa, malah dijadikan ajang bancakan untuk kepentingan pribadi.
Kami temukan data dan bukti yang kuat, oknum DPRD Sulbar diduga melakukan penyuapan agar dapurnya cepat beroperasi, yaitu kurang lebih Rp50 juta, bahkan lebih,” tegas Pablo.
Ia memastikan bukti awal sudah dikantongi dan telah diserahkan ke BK DPRD Sulbar.
Laporan resmi telah kami masukkan ke Badan Kehormatan. Kami tidak main-main. Jika BK DPRD Sulbar berani tutup mata, kami akan bawa kasus ini ke APH (Aparat Penegak Hukum),” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Kehormatan DPRD Sulbar belum memberikan keterangan resmi. Sementara oknum legislator yang dimaksud masih bungkam. Redaksi Mapattang.com senantiasa membuka ruang hak jawab bagi semua pihak.
Pertanyaannya kini: Beranikah BK DPRD Sulbar membongkar borok di tubuhnya sendiri, atau skandal Rp50 juta ini akan kembali diuapkan begitu saja? (MPT/M)


Komentar