Mapattang.com | Polewali Mandar – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bina Bangsa Majene, Program Studi Kesehatan Masyarakat, menggelar kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD 015 Tonyaman, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, pada Kamis, 5 November 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Praktek Belajar Lapangan 3 (PBL 3) yang menyasar siswa sekolah dasar, khususnya anak-anak pesisir yang memiliki kebiasaan bermain di sekitar pantai.
Menyadari tingginya aktivitas anak-anak di kawasan pesisir, tim PBL 3 hadir untuk menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan diri sejak dini, agar anak-anak terhindar dari berbagai penyakit yang kerap muncul akibat lingkungan yang kurang bersih.
Berawal dari Kebiasaan Anak Bermain di Pinggir Pantai
Koordinator Desa (Kordes) Al Fandi mengungkapkan, gagasan penyuluhan ini berawal dari hasil observasi tim di lapangan. Anak-anak SD di Desa Tonyaman diketahui sering bermain di pinggir pantai tanpa menerapkan prinsip-prinsip PHBS.
Tujuan penyuluhan ini beranjak dari kebiasaan anak SD yang ada di Desa Tonyaman di sekitar pesisir pantai. Mereka sering kali melakukan kebiasaan bermain di pinggir pantai tanpa melakukan atau menerapkan PHBS, sehingga penyuluhan ini kami adakan,” ujar Al Fandi dalam pesannya, Kamis (5/11/2026).
Menurut Al Fandi, kebiasaan seperti tidak mencuci tangan setelah bermain pasir, tidak mencuci kaki setelah menginjak air pantai, hingga jajan sembarangan, menjadi perhatian utama tim.
Risiko Infeksi Kulit, Diare, hingga Cacingan
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Dusun (Kordus) Haekal menambahkan, aktivitas di area pesisir tanpa perlindungan dan kebersihan yang memadai berisiko memicu berbagai masalah kesehatan bagi anak-anak.
Anak-anak yang bermain di pesisir tanpa menjaga kebersihan sangat rentan terkena infeksi kulit, diare, hingga cacingan. Karena itu, edukasi PHBS ini sangat penting kami berikan sejak dini,” jelas Haekal.
Haekal menegaskan, penyuluhan ini bukan sekadar teori, tetapi upaya pencegahan agar anak-anak Tonyaman tumbuh sehat dan tidak mudah sakit.
Dikemas Interaktif dan Ramah Anak
Agar materi mudah diserap, penyuluhan ini dikemas dengan pendekatan yang interaktif dan ramah anak.

Selain pemaparan materi, tim PBL 3 juga mendemonstrasikan secara langsung langkah-langkah mencuci tangan yang baik dan benar menggunakan sabun dan air mengalir.
Tim juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan pakaian setelah beraktivitas di luar ruangan, membuang sampah pada tempatnya, serta tidak membuang sampah di pantai.
Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka diajak bernyanyi, menjawab pertanyaan, hingga mempraktikkan langsung cara cuci tangan 6 langkah yang benar di depan kelas.
Selain itu, pihak sekolah dan para guru SD 015 Tonyaman menyambut baik serta mengapresiasi inisiatif tim PBL 3 STIKes Bina Bangsa Majene tersebut.
Pihak sekolah berharap, melalui edukasi berkelanjutan ini, para siswa dapat menjadi agen perubahan kecil di lingkungan keluarga masing-masing untuk membudayakan PHBS di kawasan pesisir Desa Tonyaman.
Kami berharap anak-anak ini bisa menjadi contoh di rumah. Kalau di sekolah sudah diajarkan cuci tangan pakai sabun, di rumah juga harus diterapkan. Dari anak, ke orang tua, ke masyarakat,” tutup Al Fandi.
Kegiatan penyuluhan PHBS ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKes Bina Bangsa Majene dalam pengabdian masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan anak di wilayah pesisir Polewali Mandar.
Redaksi Mapattang.com tetap membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan hak klarifikasi bagi semua pihak terkait sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Laporan: MPT/M – Berani Terang Dalam Gelap


