Pendidikan Polewali Mandar Unasman
Beranda / Unasman / Hadirkan Guru Besar UNM, FKIP UNASMAN Perkuat Kurikulum Kepelatihan Olahraga Berbasis OBE

Hadirkan Guru Besar UNM, FKIP UNASMAN Perkuat Kurikulum Kepelatihan Olahraga Berbasis OBE

FKIP UNASMAN perkuat kurikulum kepelatihan olahraga OBE hadirkan Guru Besar UNM Prof Ilham Kamaruddin

Mapattang.com | Polewali Mandar – Kurikulum kepelatihan olahraga OBE diperkuat FKIP UNASMAN melalui workshop kurikulum yang digelar selama dua hari 8-9 Oktober 2026 dengan menghadirkan Guru Besar UNM Prof. Dr. Ilham Kamaruddin sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini menghadirkan Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Ilham Kamaruddin, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama. Workshop tersebut diarahkan untuk menyelaraskan capaian pembelajaran lulusan, struktur kurikulum, proses perkuliahan, dan sistem penilaian agar sesuai dengan kebutuhan pengembangan ilmu kepelatihan olahraga.

Kegiatan ini dihadiri Rektor UNASMAN Dr. Muhammad Massyat, Wakil Rektor I, Dekan FKIP Dr. Darmawan, Wakil Dekan FKIP, serta para ketua program studi di lingkungan FKIP UNASMAN.

Kehadiran pimpinan universitas dan fakultas menunjukkan dukungan terhadap pengembangan kurikulum sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi dan kualitas lulusan.

Rektor UNASMAN menegaskan bahwa kurikulum berbasis OBE perlu diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran, sehingga kompetensi yang diperoleh mahasiswa dapat menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan dunia kerja.

Perguruan tinggi harus mampu merespons perubahan zaman melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Kami berharap workshop ini menghasilkan langkah nyata dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kompetensi lulusan,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UNASMAN, Dr. Darmawan, menekankan bahwa pengembangan kurikulum tidak boleh berhenti pada penyusunan dokumen akademik. Kurikulum harus diterapkan secara konsisten melalui proses pembelajaran yang terarah dan berorientasi pada capaian kompetensi mahasiswa.

Kurikulum yang baik bukan hanya tersusun secara sistematis, tetapi juga dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran. Kehadiran Prof. Ilham menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk memperkuat pemahaman dan menyelaraskan kurikulum PKO dengan perkembangan ilmu kepelatihan olahraga,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Ilham Kamaruddin menjelaskan bahwa transformasi kurikulum berbasis OBE tidak cukup dilakukan dengan mengubah susunan mata kuliah atau menambahkan materi perkuliahan.

Saat Kampus Menutup Pintu Bagi ORMEK: Mengurai Efek Domino Terhadap Demokrasi, SDGs, dan Gagapnya Modernisasi Kurikulum

Pengembangan kurikulum harus diawali dengan evaluasi kurikulum yang berlaku, penetapan profil lulusan, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyusunan bahan kajian, hingga penataan mata kuliah dan sistem evaluasi pembelajaran.

Pendekatan OBE menempatkan hasil belajar dan kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa sebagai dasar perencanaan pendidikan. Karena itu, tujuan pembelajaran, materi perkuliahan, metode pengajaran, aktivitas mahasiswa, dan instrumen penilaian perlu dirancang secara terintegrasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi lulusan.

Bagi Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, penerapan pendekatan tersebut menjadi penting untuk memastikan mahasiswa memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan profesi di bidang keolahragaan.

Kompetensi yang perlu dikembangkan antara lain kemampuan menganalisis kebutuhan atlet, menyusun program latihan, menerapkan prinsip-prinsip ilmu kepelatihan, mengevaluasi performa olahraga, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses latihan dan peningkatan prestasi.

Selain kemampuan teoretis dan keterampilan praktik, lulusan juga diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi secara profesional, berinovasi, serta beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan industri olahraga.

Selama workshop berlangsung, peserta mendalami berbagai komponen pengembangan kurikulum, mulai dari evaluasi kurikulum, perumusan profil lulusan dan CPL, penyusunan bahan kajian, pembentukan mata kuliah, pemetaan kurikulum, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga penerapan penilaian autentik.

Pembahasan tersebut diarahkan untuk memperjelas keterkaitan antara kompetensi yang ditargetkan dengan pengalaman belajar yang diberikan kepada mahasiswa. Dengan demikian, setiap mata kuliah diharapkan memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian profil dan kompetensi lulusan.

Prof. Ilham juga menekankan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran, dari pendekatan yang berpusat pada materi yang disampaikan dosen menuju pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan.

Dalam pendekatan ini, keberhasilan pembelajaran tidak hanya dilihat dari banyaknya materi yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan, menunjukkan keterampilan, dan mencapai hasil belajar yang telah ditetapkan.

Melalui workshop ini, FKIP UNASMAN diharapkan dapat menyempurnakan kurikulum Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Penyempurnaan tersebut mencakup keselarasan antara profil lulusan, CPL, struktur mata kuliah, pelaksanaan perkuliahan, dan sistem penilaian.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik antara FIKK Universitas Negeri Makassar dan FKIP Universitas Al Asyariah Mandar dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya bidang kepelatihan olahraga.

Melalui penguatan kurikulum kepelatihan olahraga OBE ini, FKIP UNASMAN diharapkan mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori dan praktik kepelatihan, tetapi juga memiliki kompetensi profesional untuk berkontribusi dalam pembinaan atlet, peningkatan prestasi, dan pengembangan olahraga di masa mendatang. (MPT/PM)