BAWASLU Daerah Majene
Beranda » Berita » Dari Pintu ke Pintu, Bawaslu Majene Kawal Hak Pilih dan Gaungkan Tolak Politik Uang

Dari Pintu ke Pintu, Bawaslu Majene Kawal Hak Pilih dan Gaungkan Tolak Politik Uang

Mapattang.com | Majene – Pengawasan tidak selalu harus dilakukan di ruang pertemuan. Bagi Bawaslu Kabupaten Majene, pengawasan juga dapat dimulai dari langkah sederhana: mengetuk pintu rumah warga.

Melalui kegiatan door to door, Bawaslu Kabupaten Majene menyambangi rumah-rumah warga untuk melaksanakan uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama membangun budaya demokrasi yang bersih dengan menolak politik uang, Kamis, 13 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran Bawaslu Majene berdialog langsung dengan warga untuk memastikan informasi terkait data pemilih tetap sesuai dengan kondisi terkini.

Warga juga diberikan edukasi mengenai pentingnya berpartisipasi dalam menjaga kualitas data pemilih, termasuk menyampaikan informasi apabila terdapat perubahan data kependudukan yang berpengaruh terhadap status pemilih.

Tidak hanya berbicara tentang data pemilih, setiap kunjungan juga menjadi kesempatan bagi Bawaslu Majene untuk menyampaikan pesan pencegahan politik uang.

Stiker “Tolak Politik Uang” ditempel di rumah-rumah warga sebagai bentuk ajakan sekaligus pengingat bahwa demokrasi yang berintegritas membutuhkan keberanian masyarakat untuk menolak segala bentuk politik uang.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Majene, Yanti Reski Amaliah, menyampaikan kegiatan ini menjadi semakin bermakna karena pesan pengawasan disampaikan secara langsung dan humanis. Bukan sekadar sosialisasi dari balik meja, tetapi hadir di tengah masyarakat, mendengarkan, berdialog, dan mengajak warga menjadi bagian dari pengawasan pemilu.

Pengawasan partisipatif tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari lingkungan sekitar, dan dari keberanian masyarakat untuk peduli terhadap hak pilih serta menolak politik uang.” ujarnya.

Melalui uji petik PDPB, Bawaslu Majene ingin memastikan hak setiap warga negara untuk menggunakan hak pilihnya tetap terjaga. Sementara melalui pemasangan stiker Tolak Politik Uang, Bawaslu ingin menanamkan pesan bahwa suara masyarakat bukan barang yang dapat dibeli.

Dari rumah ke rumah, Bawaslu Majene terus bergerak. Dari satu warga ke warga lainnya, semangat pengawasan partisipatif terus ditumbuhkan. Sebab, menjaga demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara pemilu. Demokrasi adalah milik bersama, dan pengawasannya membutuhkan partisipasi semua pihak. (MPT/M)

Semarak HUT Ke-8 Bawaslu Kabupaten, Jalan Santai Sambil Kawal Hak Pilih dan Membagikan Stiker Tolak Politik Uang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *