Mapattang.com | Mamuju – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Daerah Sulawesi Barat menyerukan wacana Reformasi Jilid II sebagai bentuk respons atas kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin tidak stabil, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Seruan tersebut merupakan bagian dari gelombang konsolidasi mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia yang menyoroti kebijakan pemerintah. Selain persoalan ekonomi, pihaknya mengaku program lain juga perlu dievaluasi, seperti Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pandangannya, Nasrul, Sekretaris BEMNUS Daerah Sulawesi Barat, menilai kedua program tersebut terkesan dipaksakan, sehingga tidak jarang dalam prosesnya dinilai berpotensi menabrak regulasi yang berlaku dengan klaim percepatan. Selain itu, dalam proses percepatannya justru menimbulkan polemik di tengah masyarakat yang dapat berujung pada terjadinya konflik.
BEMNUS Daerah Sulawesi Barat menilai bahwa kebijakan ekonomi dan program strategis nasional yang diambil mengakibatkan kondisi ekonomi tidak stabil. Pasalnya anggaran yang digunakan teramat besar. Dugaaan lain, hal ini akibat adanya persoalan struktural yang perlu segera dibenahi secara menyeluruh.
Mereka menegaskan bahwa seruan ini berangkat dari keprihatinan mendalam atas kondisi lokalitas juga nasional. Menurutnya, jika pemerintah tidak merespon serius seruan ini, maka aksi adalah jalan sebagaimana dikehendaki konstitusi -dari daerah untuk Indonesia- akan digelar dengan tuntutan Reformasi Jilid II.
Sejarah mencatat bahwa Mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menyuarakan kegelisahan publik terhadap situasi bangsa dan negara yang terjadi saat ini,” ujar Arul sapaan akrabnya, Selasa (9/6/2026).
Terlebih persoalan ekonomi yang cenderung mengarah serupa di zaman orde baru, kemudian program strategis nasional seperti MBG dan KDKMP yang terkesan dikelola dengan ugal-ugalan serta terindikasi kaya praktik korupsi didalamnya,” timpalnya tegas.
Seruan Reformasi Jilid II ini juga dimaknai sebagai dorongan agar pemerintah lebih transparan dan responsif dalam mengelola kebijakan ekonomi serta mengeksekusi program strategis nasional yang ada, dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi daya beli dan kepentingan masyarakat.
Hingga saat ini, BEM Nusantara Sulawesi Barat mengaku tengah melakukan konsolidasi internal dengan menggalang berbagai elemen mahasiswa dan pemuda serta masyarakat untuk menentukan langkah selanjutnya apabila yang disuarakan ini tidak mendapat respon serius dari pemerintah. (MPT/ A)


Komentar