Mapattang.com | Majene – Ketua KAMMI Komisariat STAIN Majene Daerah Mandar Raya, Sandi, menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap diam Polres Majene terkait dugaan praktik mafia BBM subsidi di SPBU Rangas, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Sikap bungkam Polres Majene, menurut Sandi, justru menimbulkan tanda tanya yang teramat amat besar.
Kami sangat kecewa dengan diam membatunya Polres Majene. Di saat dugaan nelayan sudah berteriak dipungli, stok emergency raib, dan BBM subsidi disalahgunakan, institusi yang harusnya paling depan justru bungkam,” ujar Sandi, Sabtu (5/9/2026).
Sandi menyesalkan sikap tersebut karena hingga saat ini belum ada tindakan tegas meski informasi dan bukti di lapangan sudah terang benderang.
Kalau tidak ada apa-apa, kenapa diam? Ini yang memaksa publik harus curiga,” tambahnya.
Tidak berhenti disitu, KAMMI STAIN Majene Daerah Mandar Raya menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melayangkan laporan resmi ke Polres dan Kejaksaan Negeri Majene.
Kami akan melayangkan laporan resmi ke Polres Majene dan Kejaksaan Negeri Majene terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU Rangas. Kami tegaskan tidak ada tempat untuk mafia,” tegas Sandi.
Laporan itu akan memuat sejumlah poin: dugaan penimbunan, pungli terhadap nelayan, dan raibnya stok emergency yang seharusnya untuk kebutuhan darurat dan mendesak masyarakat.
Bensin subsidi itu hak rakyat. Hak nelayan. Kalau ada yang mempermainkan, kami lawan. Kami tidak akan biarkan SPBU Rangas jadi sarang mafia,” terangnya.
Sandi dengan tegas mendesak Kapolres Majene dan Kepala Kejaksaan Negeri Majene untuk segera membentuk tim khusus dan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
Ia juga menekankan Polda dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat punya tanggungjawab besar untuk melakukan pengawalan ketat terhadap bawahannya dalam menangani persoalan ini.
Jangan hanya jadi penonton. Buktikan bahwa hukum berlaku sama. Kalau ada oknum yang bermain, copot. Kalau ada mafia yang dilindungi, sikat,” pungkasnya.
Sebelumnya, redaksi telah memberitakan SPBU Rangas Kabupaten Majene diduga sarang mafia BBM. KAMMI: Nelayan dipungli, stok emergency raib, Polres dan Kejari dikibuli!?
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari SPBU Rangas, Polres dan Kejari Majene. (MPT/M)


Komentar