Daerah Kesehatan Majene
Beranda » Berita » HIPERMAKES Majene Soroti Polemik Puskesmas Sendana I: Desak Bupati Copot Kapus Bermasalah

HIPERMAKES Majene Soroti Polemik Puskesmas Sendana I: Desak Bupati Copot Kapus Bermasalah

Mapattang.com | Majene Belum usai kasus yang ada di RSUD Majene terkait isu ketimpangan jasa pelayanan, Himpunan Pelajar Mahasiswa Kesehatan (HIPERMAKES) Cabang Majene kembali angkat bicara terkait polemik yang terjadi di internal Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sendana I.

Isu tersebut mencakup dugaan ketidakbecusan Kepala Puskesmas (Kapus) Sendana I, inisial ER, dalam tata kelola Puskesmas yang dinilai intimidatif dan menimbulkan kegaduhan internal dari tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) yang belakangan menjadi perhatian publik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa sejumlah tenaga medis dan nakes mendatangi rumah jabatan (rujab) Bupati Majene untuk menyampaikan laporan langsung terkait dugaan buruknya manajemen keuangan dan kepemimpinan Kapus Sendana I.

Kedatangan mereka tersebut bukan tanpa alasan, melainkan akibat rasa kecewa mendalam karena dana kapitasi dan non kapitasi yang menjadi hak pegawai hingga kini belum juga dibayarkan. Kondisi itu disebut telah berlangsung berulang kali di lingkungan kerja Puskesmas Sendana I.

Dalam pertemuan tersebut, para tenaga medis dan nakes bahkan membawa lembar pernyataan berisi nama serta tanda tangan pegawai yang menyatakan tidak lagi percaya terhadap kepemimpinan kepala puskesmas saat ini.

Melalui Ketua Bidang Pusat Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) HIPERMAKES Cabang Majene, Muhammad Rafli, bahwa persoalan yang berkembang tidak boleh dipandang sebagai isu biasa, karena menyangkut ruang pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi tempat aman, profesional, dan bermartabat bagi tenaga medis dan nakes maupun masyarakat.

Ketika mulai muncul dugaan tindakan yang cukup mencederai rasa aman nyaman tenaga medis dan tenaga kesehatan yang menimbulkan polemik internal terkait kepemimpinan dan suasana kerja, maka ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Rafli, Kamis (21/05/2026).

Jika tidak ini akan menjadi preseden buruk bagi citra daerah dan kepala daerah, sebab pimpinan sebuah institusi pelayanan masyarakat merupakan perpanjangan tangan serta cerminan dalam upaya realisasi visi misi dari kepala daerah itu sendiri,” sambungnya.

Menurut Rafli, institusi pelayanan kesehatan tidak cukup hanya berjalan secara administratif, tetapi juga harus mampu menghadirkan lingkungan kerja yang sehat secara etik, sosial dan kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa dugaan adanya indikasi penyalahgunaan kewenangan harus ditangani secara objektif, transparan dan tidak boleh diselesaikan dengan pendekatan pembungkaman terhadap korban ataupun tenaga kesehatan yang menyampaikan keluhan.

Ruang pelayanan kesehatan harus menjadi ruang yang aman. Tidak boleh ada rasa takut, tekanan, ataupun relasi kuasa yang membuat tenaga kesehatan kehilangan keberanian untuk menyampaikan keresahan,” terangnya.

Semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026; Tegakkan Hukum yang Adil, Sama Rata Tanpa Pandang Jabatan dan Seragam

Pihaknya juga meminta agar Dinas Kesehatan Majene melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan pola kepemimpinan di semua Puskesmas dan mendesak Bupati Majene mencopot Kapus Sendana I yang dinilai bermasalah.

Pasalnya persoalan yang muncul dinilai akan sangat berdampak buruk pada kenyamanan kerja nakes dan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Selain itu, Rafli meyakini pentingnya menghadirkan mekanisme pengawasan yang lebih terbuka dengan melibatkan unsur independen agar setiap persoalan dapat ditangani secara adil dan profesional.

Kami berharap persoalan ini tidak hanya berhenti pada klarifikasi normatif semata seperti Direktur RSUD Majene, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui langkah evaluasi yang berorientasi pada perlindungan tenaga kesehatan dan kepentingan pelayanan publik,” tegasnya.

Dan untuk pak Bupati yang kami cintai dan kami muliakan, kami mohon dengan sangat sesekali dengarkan tuntutan para dokter dan tenaga kesehatan dengan mengambil tindakan tegas kepada Kapus yang dinilai bermasalah,” pungkasnya.

HIPERMAKES Cabang Majene menyatakan akan terus mengawal isu-isu yang berkaitan dengan keselamatan, kenyamanan, dan martabat tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya menciptakan pelayanan kesehatan yang manusiawi dan berkeadilan di Kabupaten Majene. (MPT/ S)

KAMMI Soroti Polemik Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026: Tekankan Keselamatan Pasien dan Profesionalisme Tenaga Kefarmasian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *