Mapattang.com | Mamuju Tengah – SPPG 3T Mamuju Tengah resmi beroperasi. Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan (launching) sebanyak 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Kehadiran SPPG tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dari 36 SPPG 3T yang diresmikan di Sulawesi Barat, sebanyak empat SPPG berada di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Kehadiran empat dapur MBG 3T tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan akses layanan.
Adapun empat SPPG 3T yang berada di Kabupaten Mamuju Tengah, yakni:
- SPPG 3T Bojo Mamuju Tengah
- SPPG 3T Salulekbo Mamuju Tengah
- SPPG 3T Tasokko Mamuju Tengah
- SPPG 3T Sanjango Mamuju Tengah
Penambahan SPPG 3T ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pemerataan manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut tidak hanya menyasar masyarakat di wilayah perkotaan atau daerah yang mudah dijangkau, tetapi juga masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan memiliki tantangan akses transportasi serta pelayanan dasar.
Masyarakat Mamuju Tengah menyambut baik hadirnya dapur MBG 3T tersebut. Kehadiran SPPG di wilayah kabupaten Mamuju Tengah dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Herman, Masyarakat Mamuju Tengah berharap keberadaan empat SPPG 3T dapat berjalan secara berkelanjutan serta mampu menjadi instrumen pemerataan pembangunan di bidang kesehatan dan gizi.
Harapannya, dengan adanya dapur MBG 3T ini, manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Mamuju Tengah, khususnya masyarakat yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau,” ujar Herman, Senin (5/10/2026).
Kehadiran SPPG 3T Mamuju Tengah tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Setiap SPPG 3T Mamuju Tengah akan menyerap tenaga kerja lokal mulai dari juru masak, relawan distribusi, hingga pemasok bahan pangan. Bahan baku seperti sayur, telur, dan beras diprioritaskan dari petani dan peternak di sekitar Mamuju Tengah.
Dengan begitu, perputaran ekonomi di Bojo, Salulekbo, Tasokko, dan Sanjango akan ikut meningkat seiring berjalannya Program MBG.
Selain itu, SPPG 3T Mamuju Tengah diharapkan mampu menekan angka stunting di Mamuju Tengah. Data menunjukkan wilayah 3T memiliki prevalensi stunting yang masih tinggi karena keterbatasan akses makanan bergizi.
Dengan operasional SPPG 3T Mamuju Tengah secara berkelanjutan, anak-anak sekolah di pelosok Mamuju Tengah akan mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari. Ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi emas Mamuju Tengah.
Kehadiran 36 SPPG 3T di Sulawesi Barat, termasuk empat SPPG di Mamuju Tengah, menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan Program MBG sekaligus memastikan bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap makanan bergizi.
Dengan beroperasinya SPPG 3T tersebut, masyarakat berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus diperluas hingga ke pelosok daerah, sehingga cita-cita pemerataan pemenuhan gizi bagi seluruh masyarakat dapat diwujudkan.
Kehadiran SPPG 3T Mamuju Tengah ini menjadi solusi untuk wilayah dengan akses sulit. Selama ini distribusi Program MBG di Mamuju Tengah terkendala jarak. Dengan adanya SPPG 3T Mamuju Tengah di Bojo, Salulekbo, Tasokko dan Sanjango, distribusi makanan bergizi bisa lebih cepat dan merata.
Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mengapresiasi langkah BGN menghadirkan SPPG 3T Mamuju Tengah. Program ini dinilai sejalan dengan upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di wilayah 3T.
SPPG 3T Mamuju Tengah akan dikelola dengan standar higienis dan melibatkan tenaga lokal serta pengawasan ketat dari BGN agar kualitas makanan tetap terjaga. Kehadiran SPPG 3T Mamuju Tengah juga menjadi bukti komitmen negara hadir hingga ke pelosok untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pemenuhan gizi.
Kehadiran SPPG 3T Mamuju Tengah ini diharapkan terus berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi anak-anak sekolah di pelosok Mamuju Tengah agar gizi mereka terpenuhi setiap hari. (MPT/MT)


