Mapattang.com | Mamuju – Tongkat komando Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) resmi berganti. Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyerahkan jabatannya kepada Irjen Pol Totok Suharyanto.
Sebelum diamanahkan memimpin Polda Sulbar, Irjen Pol Totok Suharyanto menjabat sebagai Kepala Korps Penberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipikor) Polri.
Sementara itu, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mendapat penugasan sebagai PATI Bareskrim Polri dalam rangka penugasan pada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Menyikapi hal tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mamuju melalui Biro Advokasi, HAM dan Lingkungan Hidup menyampaikan selamat datang sekaligus catatan kritis.
Menurut Burhan, Ketua Biro Advokasi, HAM dan LH PC PMII Mamuju menegaskan, rekam jejak Irjen Pol Totok Suharyanto memiliki latar belakang kuat di bidang pencegahan korupsi.
Latar belakang ini diharapkan menjadi modal utama dalam menuntaskan berbagai persoalan hukum, tata kelola pemerintahan, serta pencegahan praktik penyelewengan di wilayah Sulawesi Barat.
Selamat datang dan selamat bertugas kepada Irjen Pol Totok Suharyanto di Bumi Manakarra. Dengan latar belakang beliau sebagai mantan Kakortastipikor Polri, kami menaruh harapan besar agar Polda Sulbar semakin tegas, transparan, dan tidak pandang bulu dalam mengusut kasus korupsi dan pelanggaran hukum yang merugikan rakyat Sulbar,” ujar Burhan, Minggu (4/10/2026).
PMII Mamuju juga mengapresiasi pengabdian Irjen Pol Adi Deriyan selama memimpin Polda Sulbar dan mendoakan sukses di amanah barunya.
Kami dari PMII Mamuju tentu berterima kasih atas dedikasi dan pengabdian Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta selama bertugas di Sulbar. Banyak hal baik yang telah beliau torehkan, terutama dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Bumi Manakarra. Kami mendoakan beliau sukses dan amanah dalam mengemban tugas barunya Jenderal,” ungkapnya.
Tiga Desakan PMII Mamuju kepada Kapolda Baru:
1. Kawal Ketat Anggaran Daerah
Polda Sulbar harus aktif melakukan upaya preventif dan penindakan terhadap penyalahgunaan APBD dan APBN di Sulbar. Jangan beri ruang bagi mafia anggaran.
2. Humanis Kawal Aspirasi
Hentikan pendekatan represif. PMII meminta seluruh jajaran Polda hingga Polres se-Sulbar mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif saat mengawal aksi mahasiswa dan masyarakat.
3. Tuntaskan Kasus Mengendap
Kapolda baru diminta segera mengevaluasi dan mengakselerasi kasus-kasus hukum, konflik agraria, dan tambang yang selama ini mandek tanpa kejelasan.
PMII Mamuju menegaskan akan tetap menjadi mitra kritis Polri dalam menjaga supremasi hukum di Sulawesi Barat. (MPT/M)


