Daerah Desa Infrastruktur Mamuju
Beranda » Berita » Bung Ammang Soroti Jalan Depan SD 2 Salutiwo: Proyek Mangkrak dan Rusak Sebelum Selesai

Bung Ammang Soroti Jalan Depan SD 2 Salutiwo: Proyek Mangkrak dan Rusak Sebelum Selesai

Mapattang.com | Mamuju – Bung Ammang, salah satu Pemuda Desa Salutiwo, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, mengkritik mandeknya pembangunan jalan depan SD 2 Salutiwo yang hingga kini belum juga diselesaikan.

Pengerjaan jalan tersebut disebut telah terhenti kurang lebih satu tahun. Ironisnya, pembangunan belum mencapai 100%, tetapi sejumlah bagian jalan yang telah dikerjakan justru mulai mengalami kerusakan.

Kondisi itu menjadi perhatian karena pembangunan yang belum tuntas seharusnya masih berada dalam tahap penyelesaian, namun hasil pekerjaan yang sudah ada mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Jika tidak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan akan semakin memburuk dan merugikan masyarakat.

Bung Ammang meminta Pemerintah Desa Salutiwo memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab terhentinya pekerjaan tersebut, progres pembangunan, penggunaan anggaran, serta langkah konkret untuk memastikan proyek dapat diselesaikan hingga 100%.

Menurut informasi yang disampaikan, Kepala Desa Salutiwo menyebut salah satu kendala terhentinya pengerjaan jalan adalah tidak tersedianya molen atau alat pencampur semen dan pasir yang dibutuhkan untuk proses pengecoran jalan.

Menanggapi alasan tersebut, Bung Ammang menilai pemerintah desa seharusnya memiliki solusi agar pembangunan yang telah direncanakan tidak berhenti begitu saja dalam waktu yang panjang.

Kami memberikan waktu lima hari kepada pemerintah desa untuk memberikan kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan jalan depan SD 2 Salutiwo. Jika dalam waktu tersebut tidak ada kejelasan maupun langkah konkret, maka kami meminta aparat desa untuk melakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) agar kasus ini dapat dibahas secara terbuka bersama masyarakat,” tegas Bung Ammang.

Menurutnya persoalan ini bukan hanya mengenai pembangunan jalan yang belum selesai, tetapi juga menyangkut kualitas dan keberlanjutan pekerjaan yang telah dilaksanakan. Ketika pembangunan belum mencapai 100% tetapi bagian jalan yang sudah dikerjakan mulai rusak, pemerintah desa perlu memberikan penjelasan mengenai penyebabnya serta langkah perbaikannya.

Ia menegaskan bahwa kritik tersebut bukan semata-mata untuk mencari kesalahan pemerintah desa, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, khususnya akses jalan di depan sekolah.

Ia juga meminta pemerintah desa menjelaskan kapan pekerjaan akan dilanjutkan, bagaimana solusi atas keterbatasan alat, bagaimana penanganan bagian jalan yang mulai rusak, serta target penyelesaian pembangunan hingga rampung 100%.

Menurutnya, pembangunan yang menggunakan anggaran desa harus memiliki perencanaan dan pelaksanaan yang jelas.

Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan. Kalau ada kendala, sampaikan secara terbuka dan cari solusinya. Jangan sampai jalan yang seharusnya menjadi fasilitas masyarakat justru mandek hampir satu tahun, belum selesai 100 persen, tetapi yang sudah dikerjakan malah mulai rusak lagi,” ujar Bung Ammang.

Tandasura Menuju Desa Sadar HAM, Kanwil KemenHAM Sulbar Turun Langsung

Apabila dalam waktu lima hari tidak ada kejelasan dari pemerintah desa, Bung Ammang meminta agar RDP digelar sebagai ruang terbuka untuk mendengar penjelasan pemerintah desa, pelaksana kegiatan, serta aspirasi masyarakat terkait pembangunan jalan di depan SD 2 Salutiwo.

Ia berharap persoalan tersebut dapat segera mendapatkan solusi sehingga pembangunan jalan dapat dilanjutkan dan diselesaikan sesuai dengan perencanaan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan yang dimulai, tetapi pembangunan yang selesai, berkualitas, dan benar-benar dapat digunakan dalam jangka panjang. (MPT/M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *