BEMNUS Daerah Kesehatan Majene Mamuju RSUD
Beranda » Berita » BEMNUS Mamuju Desak Pemda Evaluasi Kebijakan Direktur RSUD Majene, Buka Open Donasi & Galang Dana di Jalan

BEMNUS Mamuju Desak Pemda Evaluasi Kebijakan Direktur RSUD Majene, Buka Open Donasi & Galang Dana di Jalan

Mapattang.com | Mamuju – Menyoroti kondisi RSUD Majene yang kian memprihatinkan, BEM Nusantara Wilayah Mamuju menyatakan sikap dan membuka ‘Open Donasi: Pray for BLUD RSUD Majene‘. Selain donasi lewat selebaran di sosial media, BEMNUS Mamuju juga akan menggelar aksi penggalangan dana langsung di ruang publik di wilayah Mamuju dan sekitarnya.

Aksi ini merupakan bentuk protes atas kebijakan Direktur RSUD Majene yang memutuskan mengakhiri masa kerja tenaga Non-ASN. Kebijakan tersebut dinilai dikeluarkan tanpa mempertimbangkan dampak terhadap stabilitas layanan kesehatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Majene.

Yang kami soroti adalah kebijakan Pemerintah Daerah, khususnya Direktur RSUD Majene. Pemutusan tenaga kesehatan non-ASN ini sangat gegabah dan mengabaikan prinsip pelayanan dasar masyarakat,” tegas Burhan, Koordinator BEM Nusantara Wilayah Mamuju, Selasa (28/7/2026).

Bentuk Aksi BEMNUS Mamuju:

  1. Penggalangan Dana Online: Donasi dapat disalurkan melalui kontak resmi BEMNUS Sulbar.
  2. Aksi Penggalangan Dana di Jalan: BEMNUS akan turun ke titik keramaian di Mamuju untuk menggalang dana sekaligus mengedukasi publik tentang dampak kebijakan di RSUD Majene.

Dana yang terhimpun akan dialokasikan untuk:

  1. Dukungan untuk Tenaga Kesehatan: Bantuan dan solidaritas bagi nakes yang terdampak kebijakan pemutusan kerja.
  2. Bantuan Dana untuk RSUD Majene: Berkontribusi pada kebutuhan mendesak rumah sakit demi keberlanjutan pelayanan publik.

Burhan menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar warga dan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk menjaminnya.

PMII Mamuju Kembali Gelar Aksi di Kantor Bupati Mamuju, Ultimatum Pemkab Serius Tangani Krisis Sampah

Pemerintah daerah melalui Direktur RSUD tidak boleh menjadikan tenaga kesehatan sebagai korban kebijakan. Mereka sudah mengabdi bertahun-tahun di garda terdepan. Seharusnya dievaluasi dan dialihkan statusnya, bukan diberhentikan,” lanjut Burhan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Sulbar untuk ikut bergerak.

Kami turun ke jalan bukan untuk cari sensasi. Kami turun karena peduli. Lewat donasi sekecil apa pun, kita tunjukkan bahwa nakes tidak berjuang sendiri. Dan kami mendesak Pemda Majene segera mengevaluasi kebijakan Direktur RSUD,” tutupnya.

BEM Nusantara menegaskan akan mengawal transparansi penggunaan dana dan menyampaikan laporan publik secara berkala.

BEM Nusantara Wilayah Mamuju adalah bagian dari BEM Nusantara Daerah Sulawesi Barat, jaringan aliansi BEM se-Nusantara yang konsisten mengawal isu kerakyatan, pendidikan, dan kesehatan. (MPT/S)

Kondisi RSUD Majene Memprihatinkan, BEMNUS Majene Gelar Open Donasi & Aksi Penggalangan Dana di Jalan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *