Mapattang.com | Jakarta – Visi Asta Cita Prabowo yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai menjadi instrumen strategis untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan pemuda hingga menuju 100 tahun Indonesia merdeka.
Visi Asta Cita yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai menjadi instrumen strategis untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan pemuda hingga menuju 100 tahun Indonesia merdeka.
Penilaian tersebut disampaikan Demisioner Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) periode 2025-2026, Muzammil Ihsan. Ia juga tercatat sebagai Demisioner Presiden Mahasiswa BEM Universitas Sumatera Utara (USU).
Muzammil menegaskan, keresahan utama mahasiswa saat ini berkutat pada kepastian lapangan kerja usai menyelesaikan studi. Menurutnya, program Asta Cita menjawab langsung kecemasan tersebut.
Ketika wisuda, pertanyaan paling mendasar bagi mahasiswa adalah mau bekerja di mana dan seperti apa pekerjaannya. Asta Cita hadir sebagai jawaban konkret pemerintah atas ketidakpastian itu,” kata Muzammil melalui keterangan tertulis yang diterima Tim Mapattang.com, Minggu (18/10/2026).
Ia menyoroti empat pilar dalam Asta Cita yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, yakni penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, dan pemerataan pembangunan infrastruktur.
Muzammil yang juga merupakan Deklarator Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA) menyatakan, organisasinya memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah. PEMIRA berkomitmen mengawal konsistensi pelaksanaan kebijakan Presiden agar sejalan dengan visi Asta Cita.
Keberhasilan agenda tersebut, lanjutnya, sangat ditentukan oleh kemampuan jajaran kabinet dalam menerjemahkan visi Presiden di lapangan. Salah satunya melalui transformasi sektor informal ke formal serta sinkronisasi antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri.
Peran menteri dan seluruh pembantu Presiden sangat krusial untuk mengeksekusi visi ini secara bijaksana di lapangan. Kuncinya ada pada transformasi sektor informal dan konektivitas dunia pendidikan dengan dunia kerja,” paparnya.
Muzammil optimistis, jika komitmen pelaksanaan Asta Cita dijaga secara berkelanjutan oleh seluruh jajaran pemerintah, target Indonesia bebas pengangguran bukan hal mustahil.
Kami di PEMIRA akan terus mengawal agar arah kebijakan Presiden Prabowo tetap on the track. Kami optimis, bila konsistensi ini terjaga sampai 2045, saat Indonesia berusia 100 tahun, tidak ada lagi pengangguran. Semua rakyat bisa bekerja layak dan sejahtera untuk mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya.
Laporan: MPT/N – Berani Terang Dalam Gelap
CATATAN REDAKSI:
Berita ini merupakan siaran pers dari Deklarator Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA).


